Kesan dan Kenangan

Sign up to use
Perjalanan Achdiat K. Mihardja ke negara-negara Barat pada tahun 1950-an yang kemudian dituang ke dalam kisah ini terasa kuno kalau kita bandingkan dengan seandainya kita melakukan perjalanan dan singgah di tempat-tempat yang sama. Kisah ini terasa kuno karena barangkali bekas yang dahulu dilihat dan dikenang oleh Achdiat K. Mihardja ini sudah lenyap sama sekali. Kalau dahulu, sepanjang perjalanan Achdiat K. Mihardja hanya merasakan kecutnya hati melihat puing-puing kehancuran sisa Perang Dunia II, maka kekecutan hati itu tidak akan pernah muncul seandainya perjalanan dilakukan sekarang. Puing-puing itu sudah lenyap dan berganti dengan berbagai hasil karya arsitektur modern yang membuat kita berdecak kagum. (Balai Pustaka)

Reviews

No reviews yet.
Be the first to write one.

Highlights

No highlights yet.
Be the first to share one.