Balas Dendam Yasmin Karena Dilecehkan
Sign up to use

We may earn a commission. Learn more.

Balas Dendam Yasmin Karena Dilecehkan

Andini Citra2025
Sign up to use
Dapatkan ebook ini dengan harga spesial $1 selama preorder. Harga akan kembali normal setelah tanggal 25 September 2025 *** “Aku adalah seekor tikus kecil dari Bekasi yang dilempar ke dalam kandang penuh serigala lapar.” (Bab 1: Anak Magang dari Bekasi) “Fantasi itu selalu sama. Gadis magang yang lugu, tubuhnya yang ranum, dan dirinya sebagai sang predator tunggal yang berhak mencicipi buah terlarang itu.” (Bab 2: Fantasi Sang Predator) “Di balik pintu ruang rapat yang berat itu, aku merasakan sebagian dari diriku mati.” (Bab 3: Lembur Tengah Malam) “Sesuatu di dalam diriku—sesuatu yang gelap dan haus—ingin tahu. Seberapa jauh ini akan berlanjut? Seberapa hancur aku bisa dibuat?” (Bab 3b: Rok Biru Dongker) “Topengnya sempurna. Wajah seorang ksatria yang datang untuk menyelamatkan seorang putri dari naga jahat.” (Bab 4: Topeng Sang Penolong) “Ini bukan lagi sekadar ancaman kehilangan pekerjaan. Ini adalah ancaman kehilangan segalanya: nama baik, masa depan, dan kehormatan keluargaku.” (Bab 5: Video Pesta Selamat Datang) “Gadis manis dari Bekasi itu telah mati di atas sofa kulit murahan ini. Dan dari mayatnya, sesuatu yang jauh lebih purba dan berbahaya kini telah bangkit.” (Bab 6 (Versi 2): Kebangkitan Sang Monster) “Monster di dalam diriku akhirnya bebas. Dan malam ini, ia akan berpesta.” (Bab 7: Jebakan Minuman Energi) “Aku, gadis manis yang tadi pagi masih gemetar ketakutan, kini adalah sipir dari penjaranya sendiri.” (Bab 8: Peran yang Tertukar) “Kegilaanku sekarang adalah hukummu.” (Bab 9: Pelajaran Pertama untuk Sang Senior) “Ia telah berjalan masuk ke dalam sarang laba-laba dengan senyum di wajahnya, tidak menyadari bahwa sang laba-laba sudah menunggunya dengan sabar.” (Bab 10: Mangsa Kedua Tiba) “Aku adalah seorang Ratu yang duduk di atas takhtanya yang hidup.” (Bab 11 (Revisi Final): Takhta Sang Ratu Monster) “Di belakang senyum lugu dan tatapan polos ini, monster di dalam diriku kini duduk dengan tenang di singgasananya, puas, waspada, dan selalu siaga.” (Bab 12: Senyum Si Gadis Manis) *** Di belantara beton Mega Kuningan, seorang gadis manis dari Bekasi datang dengan mimpi setinggi gedung pencakar langit. Namanya Yasmin, usianya delapan belas tahun, dan di matanya masih tersimpan binar kepolosan khas kota pinggiran. Ia pikir magang di perusahaan besar adalah tiket menuju masa depan cerah. Namun, ia tak sadar bahwa di balik dinding kaca dan senyum profesional, para serigala lapar telah mencium aroma mangsa baru yang begitu segar dan ranum. Ada Yogi, seniornya yang tampan dan berkuasa, yang tatapannya selalu menelanjangi lebih dari sekadar pikirannya. Baginya, Yasmin bukanlah anak magang yang harus dibimbing, melainkan sebuah mainan baru yang harus ditundukkan. Di ruang rapat yang dingin dan gudang arsip yang sunyi, ia mengajarkan pelajaran-pelajaran yang tak pernah ada di kurikulum sekolah, merenggut kepolosan Yasmin helai demi helai di bawah ancaman kekuasaan. Setiap sentuhan adalah klaim, setiap bisikan adalah rantai. Lalu datanglah Agus, sang ksatria berbaju putih yang menawarkan pertolongan. Namun, di balik topeng simpatiknya, ia menyimpan senjata yang jauh lebih kejam: sebuah video dari malam di mana sisi liar Yasmin yang tersembunyi pernah terungkap. Dengan rekaman itu di tangannya, ia menjerat Yasmin dalam perangkap yang tak terlihat, memaksanya menuruni jurang keputusasaan yang lebih gelap. Terpojok dari dua sisi, Yasmin sadar bahwa tidak ada lagi jalan untuk lari. Namun, saat tekanan mencapai puncaknya, sesuatu yang tak terduga terjadi. Di dalam jiwa gadis manis yang hancur itu, sesuatu yang lain terbangun. Sesuatu yang purba, gelap, dan lapar akan pembalasan. Ketakutan yang dulu melumpuhkannya kini bermutasi menjadi amarah yang dingin dan penuh perhitungan. Mangsa itu telah berhenti berlari. Ia kini berbalik, matanya menyala dengan cahaya yang berbeda, siap untuk berburu para pemburunya. Di sebuah ruangan terkunci, peran pun tertukar. Dua pria yang dulu merasa berkuasa kini tak lebih dari hewan peliharaan yang gemetar di bawah tatapan Ratu baru mereka. Di atas ranjang yang terbuat dari harga diri mereka yang hancur, pelajaran sesungguhnya akan dimulai. Ini bukan lagi cerita tentang seorang korban. Ini adalah kisah penobatan seorang monster yang terlahir dari air mata, yang akan membalas setiap penghinaan dengan kenikmatan yang paling menyakitkan. Contents: Anak Magang dari Bekasi—1 Fantasi Sang Predator—15 Lembur Tengah Malam—27 Topeng Sang Penolong—57 Video Pesta Selamat Datang—71 Kebangkitan Sang Monster—83 Jebakan Minuman Energi—101 Peran yang Tertukar—117 Pelajaran Pertama untuk Sang Senior—129 Mangsa Kedua Tiba—143 Ranjang Sang Ratu Monster—155 Senyum Si Gadis Manis—177

We may earn a commission. Learn more.

Reviews

No reviews yet.
Be the first to write one.

Highlights

No highlights yet.
Be the first to share one.