Terjebak Gairah Liar dua Kakak Beradik yang Cantik
Sign up to use

We may earn a commission. Learn more.

Terjebak Gairah Liar dua Kakak Beradik yang Cantik

Andini Citra2026
Sign up to use
Dapatkan ebook ini dengan harga spesial $1 selama preorder. Harga akan kembali normal setelah tanggal 25 Februari 2026 *** “Aku, Erni, butuh dua hal malam ini: makanan dan pelepasan.” (Bab 1: Pesanan Tengah Malam) “Ini acara utamanya. Malam ini, aku yang akan merenggut keperjakaanmu.” (Bab 2: Pijatan yang Menjebak) “Kontol perjaka itu berdiri tegak, kaku menantang ke atas... Ini adalah pemandangan paling erotis yang bisa kaubayangkan.” (Bab 3: Sarapan Pagi) “Eva-ku telah kembali. Harta karunku kini ada di dalam sangkarku.” (Bab 4: Kabar dari Kampung) “Senyum itu adalah milikku. Tawa itu milikku. Eva adalah milikku.” (Bab 5: Tamu Tak Diundang) “Aku merasa seperti tikus kecil yang baru saja masuk ke sarang ular kobra.” (Bab 6: Kakak yang Mengintimidasi) “Hanya ada aku, dia, dan adikku yang pingsan di sofa.” (Bab 7: Pesta Kecil) “Mau coba ciuman dewasa?” (Bab 8: Ciuman Dewasa) “Mulai sekarang, kamu harus ‘menyenangkan’ aku lagi. Kapan pun aku mau. Mengerti?” (Bab 9: Ancaman di Toilet) “Sebagian dari diriku yang gelap, yang baru saja dibangunkan olehnya... kini menunggunya. Menunggu panggilan berikutnya.” (Bab 10: Noda Pertama) “Dia seperti kelinci yang sudah tahu akan dimangsa tapi terlalu lumpuh untuk lari.” (Bab 11: Babak Kedua di Sofa) “Justru itu,” potongku. “Itu yang bikin seru, kan?” (Bab 12: Penetrasi di Samping Eva) “Aku masih mencintai Eva, tapi aku kecanduan kakaknya.” (Bab 13: Candu Rasa Takut) “Ini gila. Ini sangat berisiko. Dan ini kenikmatan paling murni yang pernah kurasakan.” (Bab 14: Seks di Dapur) “Erni tidak hanya mengambil tubuhku. Dia telah meracuni pikiranku. Dia telah menghancurkanku, bahkan saat dia tidak ada di sini.” (Bab 15: Malam yang Gagal) “Kau milikku, Yudha!” desisku. “Bukan miliknya! Milikku!” (Bab 16: Puncak Pengkhianatan) “Aku terjebak. Aku telanjang, ditindih oleh Erni, kontolku masih tertanam penuh di dalam memeknya... dan kami berdua sedang dipeluk mesra oleh Eva.” (Bab 17: Mata yang Terbuka) “Kakak pikir aku sebodoh itu?” (Bab 18: Rencana Kakak-Beradik) “Selamat datang di keluarga, Yudha.” (Bab 19: Milik Bersama) *** Di sebuah apartemen mewah yang menjulang di langit Jakarta, Erni menjalani hidupnya sebagai predator. Dominan, sukses, dan tak pernah puas, ia menganggap pria tak lebih dari mainan sekali pakai untuk memuaskan hasratnya yang tak terhingga. Kesepian adalah kelemahannya, dan kepemilikan adalah candunya. Segalanya berubah ketika Eva, adiknya yang lugu dan rapuh, kabur dari kampung untuk mencari perlindungan di bawah sayapnya. Erni menyambut harta karunnya itu dengan tangan terbuka, bahagia karena kini ia memiliki sesuatu yang murni untuk dilindungi, dikendalikan, dan dimiliki seutuhnya. Namun, kehadiran seorang mahasiswa polos bernama Yudha mengacaukan segalanya. Ia datang sebagai “pacar” Eva, mencuri tatapan memuja yang seharusnya hanya untuk Erni. Terbakar oleh rasa cemburu posesif, Erni memutuskan untuk mengambil apa yang seharusnya bukan miliknya. Yudha pun terjebak dalam jaring manipulasi yang panas, dipaksa melayani sang kakak di toilet, di dapur, bahkan di samping tubuh Eva yang tertidur. Yudha mengira dia terjebak di antara dua wanita: sang iblis yang dia takuti namun dia candu, dan sang malaikat yang dia cintai namun tak bisa dia sentuh. Dia pikir dia tahu siapa predator dan siapa korbannya. Dia salah besar. Di balik wajah polos adiknya, sebuah rencana yang jauh lebih gelap sedang berjalan. Di sangkar emas itu, sang predator sesungguhnya bukanlah yang paling berkuasa. Yudha bukanlah korban yang terjebak; dia adalah mangsa yang sengaja dipilih, umpan yang disiapkan, dan hadiah utama yang akan mereka—kakak dan adik—miliki bersama. Contents: Pesanan Tengah Malam—1 Pijatan yang Menjebak—13 Sarapan Pagi—37 Kabar dari Kampung—53 Tamu Tak Diundang—63 Kakak yang Mengintimidasi—73 Pesta Kecil—81 Ciuman Dewasa—93 Ancaman di Toilet—103 Noda Pertama—117 Babak Kedua di Sofa—127 Penetrasi di Samping Eva—137 Candu Rasa Takut—151 Seks di Dapur—159 Malam yang Gagal—177 Puncak Pengkhianatan—189 Mata yang Terbuka—205 Rencana Kakak-Beradik—213

We may earn a commission. Learn more.

Reviews

No reviews yet.
Be the first to write one.

Highlights

No highlights yet.
Be the first to share one.