Namaku Alam

Sign up to use
Inilah yang kubayangkan detik-detik terakhir Bapak: 18 Mei 1970. Hari gelap. Langit berwarna hitam dengan garis ungu. Bulan bersembunyi di balik ranting pohon randu. Sekumpulan burung nasar bertengger di pagar kawat. Mereka mencium aroma manusia yang nyaris jadi mayat bercampur bau mesiu. Terdengar lolongan anjing berkepanjangan. Empat orang berbaris rapi, masing-masing berdiri dengan senapan yang diarahkan kepada Bapak. Hanya satu senapan berisi peluru mematikan. Selebihnya, peluru karet. Tak satu pun di antara keempat lelaki itu tahu siapa yang kelak menghentikan hidup Bapak. Pada usianya yang ke-33 tahun, Segara Alam menjenguk kembali masa kecilnya hingga dewasa. Semua peristiwa tertanam dengan kuat. Karena memiliki photographic memory, Alam ingat pertama kali dia ditodong senapan oleh seorang lelaki dewasa ketika masih berusia tiga tahun; pertama kali sepupunya mencercanya sebagai anak 'pengkhianat negara'; pertama kali Alam berkelahi dengan seorang anak pengusaha besar yang menguasai sekolah; dan pertama kali dia jatuh cinta.

Reviews

Photo of J.
J.Dec 3, 2025
5 stars
Bold
Tragic
Photo of A. Yura
A. YuraNov 2, 2025
4.5 stars
Emotional
Ironic
Photo of alifia
alifiaSep 23, 2025
2.5 stars
Eloquent
Expressive
Depressing
Photo of Bi Di
Bi DiSep 21, 2025
5 stars
Remarkable
Conceptual
Dark
Deep
Thought provoking
Touching
Feel good
Heartwarming
Heartbreaking
Insightful
Inspirational
Intense
Unique
Dumb
Photo of lynn
lynnAug 27, 2025
3.5 stars
Clever
Thought provoking
Insightful

Highlights

No highlights yet.
Be the first to share one.